Surat Gembala Pemilukada 2010

Para Pastor, Para Biarawan-Biarawati
Para Petugas Gereja
Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
Bapak dan Ibu serta Saudara Sekalian

Salam dan Damai Tuhan Untuk Saudara Sekalian

Tidak lama lagi kita akan menyukseskan Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) di kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel dengan tujuan untuk memilih para Bupati dan Wakil Bupati kita. Mereka adalah para pemimpin kita yang akan memikirkan dan mengawal pembangunan masyarakat kita untuk periode 2010-2015. Sebentar lagi kita akan memasuki masa kampanye dan para calon akan turun ke tengah-tengah masyarakat. Mereka akan memperkenalkan diri dan menyatakan diri siap untuk memmpin masyarakat dan kabupaten ini. Kita mengenal mereka dengan kepribadian dan kemampuan mereka untuk memimpin dan membangun masyarakat kita.

Kita boleh bertanya “apa tugas pemimpin”? Tugas Pemimpin adalah:

  1. Menumbuhkan dan menjaga penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia;
  2. Mengusahakan agar kebutuhan sandang, pangan, papan dan kesehatan masyarakat terpenuhi sesuai dengan tuntutan dan perkembangan jaman;
  3. Menjaga ketenteraman dan keamanan bagi seluruh warga masyarakat;
  4. Mencerdaskan seluruh warganya agar mereka kelak mampu memimpin bangsa dan masyarakat dengan penuh keadilan, kebenaran dan kebijaksanaan.

Ternyata, tugas mereka berat dan menuntut kemampuan yang tinggi. Maka kualitas dan kemampuan para calon pemimpin seharusnya sudah teruji. Pemimpin kita harus memiliki:

  1. Kepribadian yang dewasa dan beriman yang teguh. Dia sabar, jujur, rendah hati, kata-katanya bisa dipegang, tidak mudah digoyahkan oleh bujukan harta, kedudukan dan kenikmatan duniawi. Dia juga rajin melaksanakan ibadah, dan menjadi saluran rahmat Tuhan bagi masyarakatnya;
  2. Kesehatan jasmani yang baik. Kalau sakit-sakitan, dia tidak bisa kerja dengan baik;
  3. Kemampuan untuk memimpin dan berpikir untuk mewujudkan kehidupan masyarkat ke arah yang lebih sejahtera;
  4. Keberanian untuk membuat koreksi diri dan berani menerima kritik/saran orang lain;
  5. Pengalaman kerja yang cukup panjang dan pergaulan yang luas, agar mereka mampu memimpin bawahannya dan masyarakat;
  6. Jaringan kerja yang luas, dengan berbagai lembaga baik di tingkat daerah, propinsi, nasional maupun internasional;
  7. Kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan pada waktunya, atau bahkan dapat bekerja dengan lebih cepat, teliti dan benar.

Saudara/saudari yang saya kasihi,

Dunia kita ini semakin maju, masyarkat Negara lain pun makin berkembang. Masyarkat kita pun ingin maju dan berkembang. Maka memimpin pembangunan masyarakat kita tentu saja bukan memimpin semaunya sendiri dan kerja asal-asalan. Para pemimpin harus kerja keras, secara terencana, terpadu dan seimbang dalam suatu program kerja yang jelas dan transparan. Program pembangunan itu seharusnya disusun bersama dengan wakil-wakil rakyat, para cendikiawan daerah ini dan para pakar di bidang mereka masing-masing, bukan disusun oleh Bupati dan Wakil Bupati sendiri.

Banyaknya uang, adanya barang kebutuhan, masuknya investor bukanlah jaminan bahwa masyarakat ini sudah maju. Kemajuan msayarakat dan bangsa diukur dari banyaknya warga masyarakat yang sudah turut membangun, adanya pendapatan yang layak untuk hidup, punya jaminan hari tua, kesehatan yang makin meningkat, dan angka kematian balita yang makin menurun. Kemajuan kualitas manusianyalah yang menjadi ukuran keberhasilan pembangunan.

Sudah waktunya bahwa pengunaan dana pembangunan dan dana Otsus dibicarakan dan diputuskan bersama dalam Rapat Kerja Daerah. Sudah waktunya bahwa para cendekiawan, para pakar dan para pengamat sosial dan budaya, para rohaniwan dan kaum perempuan perlu dilibatkan dalam merencanakan dan menata perkembangan daerah ini. Sudah tiba waktunya untuk merencanakan, merumuskan secara jelas dan memutuskan bersama-sama PEMBANGUNAN UNTUK JANGKA WAKTU 25 TAHUN. Hal ini akan memungkikan terjadinya PEMBAGNUNAN SECARA BERKESINAMBUNGAN, dan menghindarkan ganti Bupati ganti juga arah dan sasaran pembangunan.

Masa kampanye juga merupakan masa mencari kehendak Allah. Kita pantas memohon agar Allah sendiri yang memimpin dan membimbing kita selama masa persiapan ini. Kita mohon agar di mana-mana terjadi ketentraman. Masing-masing pihak menghidarkan/menolak kekerasan, manjauhkan ungkapan-ungkapan yang dapat memunculkan kebencian dan permusuhan. Masing-masing pihak mentaati aturan main yang telah disepakati, menanamkan sikap kerukunan dan persaudaraan, menghindari main paksa, main sogok/politik uang.

Maka, siapa pun yang akan menjadi pemenang, secara adil dan jujur dalam Pemilukada tetap harus kita dukung. Yang menang harus tetap rendah hati dan siap melayani. Yang kalah harus tetap bersikap kesatria: berani mengakui kekalahan tanpa kehilangan martabatnya. Hilary Clinton dan Amerika Serikat telah memberi teladan yang baik bagi masyarakat dunia. Dia memberi salam dan hormat kepada Barak Obama, segera setelah dia kalah dalam pemilihan, dan kini mendukung dan melaksanakan program dari Presiden Obama yang dahulunya menjadi “lawan Politiknya”.

Masyarakat hendaknya memilih pemimpin yang berkualitas dan siap mengabdi berdasarkan suara hati. Ikatan keluarga, hubungan darah, senasib dalam pekerjaan, kontrak politik memang penting, namun di atas semua itu yang lebih penting adalah kepentingan pembangunan masyarakat. Uang, bahan makanan, baju yang diberikan dalam masa kampanye, tidak boleh dan tidak harus menjadi harga mati keterikatan batin dan ikatan moril pada calon tertentu.

Masyarakat pun seharusnya dapat menjadi saksi atas hasil penghitungan suara. Mereka boleh mengajukan keberatan bila terjadi penipuan/kecurangan. Baik juga kalau ada beberapa “Lembaga Penghitungan Mandiri” (LPM) yang akan membantu penghitungan cepat segera setelah penghitungan suara dilaksankan. LPM bergerak secra mandiri dan tidak diangkat/tidak dibayar oleh Pemerintah. LPM harus mencatat dan mengumpulkan data secara teliti dan akurat. Hasilnya segera dilaporkan LPM ke Pusat di Merauke. Hal ini tuntuk menghindari adanya kecurangan atas hasil suara yang sah.

KPU dan Panwaslu adalah lembaga yang secara khusus bertugas untuk memberikan motivasi, penghargaan dan penjelasan yang baik dan benar, serta melaksanakan pengawasan. Hendaknya Lembaga ini bekerja dengan adil, jujur dan benar. Surat suara yang akan dibagikan oleh KPU ke TPS-TPS haruslah surat suara yang tidak rusak, dan jumlahnya harus sudah dihitung dengan baik dan cermat. Surat suara itu diserahkan KPU secara resmi di hadapan para saksi. Penghitungan hasil pemungutan suara pun harus dikawal, diproses dan dimahkotai dengan kemenangan hati nurani. Pemilukada merupakan proses pembelajaran dan pembuktian bahwa masyarakat dan bangsa kita tahu berdemokrasi. Hanya akan ada 1 yang menang. Baik yang menang maupun yang kalah adalah tetap orang-orang terhomat, dan tetap saudara-saudara kita. Marilah kita laksanakan Pemilukada dengan damai dan kerukunan. Marilah kita bertekad menjadikan hasil Pemilukada di Kabupatan Merauke dan Kabupaten Boven Digoel ini segagai contoh “Keluhuran Martabat Masyarakat Kita”.

Selamat Berkampanya dan Melaksanakan Pemilukada 2010.

Merauke, 15 Juli 2010

Teriring berkat untuk Saudara Sekalian

Mgr. Nicolaus Adiseputra MSC
Uskup Agung Merauke

Pos ini dipublikasikan di Surat Gembala dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Surat Gembala Pemilukada 2010

  1. Ping balik: Yang Dibutuhkan Dari Seorang Pemimpin « SOMBA for Boven Digoel 2010-2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s