Yang Dibutuhkan Dari Seorang Pemimpin

Pertama, seorang pemimpin harus memiliki kepribadian yang dewasa dan beriman yang teguh. Dia sabar, jujur, rendah hati, kata-katanya bisa dipegang, tidak mudah digoyahkan oleh bujukan harta, kedudukan dan kenikmatan duniawi. Dia juga rajin melaksanakan ibadah, dan menjadi saluran rahmat Tuhan bagi masyarakatnya. Seorang pemimpin yang tidak teguh pendiriannya akan mudah digoyahkan oleh bujukan harta dan nafsu duniawi sehingga memudahkan dia menjadi Koruptor dan membuat masyarakat banyak menderita;

Kedua, seorang pemimpin harus sehat jasmani, rohani dan mempunyai moralitas yang baik. Kalau sakit-sakitan, baik sakit jasmani maupun gangguan mental, dia tidak bisa kerja dan melayani masyarakat dengan baik. Pemimpin juga harus memiliki tingkat moralitas yang baik agar dia bisa menjadi panutan masyarakat. Pemimpin masyarakat tidak boleh lahir dari tempat minuman keras/bar, tempat-tempat hiburan atau diskotik dan tempat-tempat wanita tuna susila;

Ketiga, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memimpin dan berpikir untuk mewujudkan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih sejahtera. Sulit dibayangkan apabila seseorang yang tidak mampu memimpin berhasil memegang tampuk kekuasaan. Dia akan bingung dan membiarkan masyarakat tercerai-berai seperti anak ayam yang kehilangan induk;

Keempat, seorang pemimpin harus memiliki keberanian untuk membuat koreksi diri dan berani menerima kritik dan saran orang lain. Seorang pemimpin yang tidak suka dikritik adalah pemimpin otoriter yang akan menganggap saran orang lain sebagai makian dan orang yang memberi saran justru akan dibenci, bahkan akan dianggap sebagai lawan politik;

Kelima, seorang pemimpin harus memiliki pengalaman kerja yang cukup panjang dan pergaulan yang luas, agar dia mampu memimpin bawahannya dan masyarakat secara luas. Pengalaman juga akan mempengaruhi stabilitas emosional seorang pemimpin. Pemimpin yang tidak berpengalaman bisa dipastikan sebagai pemimpin yang emosionalnya belum stabil. Ia tidak akan mampu memegang prinsip, mudah percaya orang dan desas desus atau isu-isu provokatif dan akan mengorbankan masyarakat hanya karena kepentingan sesaat;

Keenam, seorang pemimpin harus memiliki jaringan kerja yang luas, dengan berbagai lembaga baik di tingkat daerah, propinsi, nasional maupun internasional. Karena dunia semakin sempit sebagai konsekwensi logis dari perkembangan teknologi yang semakin pesat, mengakibatkan sebuah kampung di Papua akan menjadi berarti bagi ibu kota Amerika, dan sebaliknya. Dengan jaringan kerja yang luas, seorang pemimpin akan mampu menerjemahkan kepentingan kampungnya sesuai dengan kebutuhan kota-kota maju dan juga sebaliknya, dengan prinsip-prinsip yang adil dan saling menguntungkan;

Ketujuh, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya, atau bahkan dapat bekerja dengan lebih cepat, teliti dan benar. Kemampuan ini sangat dibutuhkan karena pemimpin pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Dia menjadi pemimpin semata-mata karena dipercayakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, dia harus mempersembahkan waktu dan segala kemampuannya untuk kepentingan masyarakat.*** | Diadaptasi dari Surat Gembala Uskup Agung Merauke Download File Versi PDF |

Pos ini dipublikasikan di Sang Pemimpin dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s