“Merauke Berdarah Tahun 2000”, Point Pembusukan Terhadap SOMBA

Pembusukan terhadap Pasangan SOMBA umumnya dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang hanya suka menyebarluaskan fitnah dan berusaha memancing kebencian rakyat guna memenuhi semua ambisi dan kepentingan pribadi mereka. Hal ini terpaksa menjadi satu-satunya cara untuk  memblokir dukungan rakyat, dari berbagai lapisan, yang kian hari menunjukkan minat dan harapan mereka akan kehidupan masyarakat Boven Digoel yang lebih baik dibawah kepemimpinan SOMBA.

Salah satu point pembusukan yang saat ini gencar dilakukan adalah dengan menyebar isu bahwa Drs. XT Songmen, MM, Calon Bupati Boven Digoel merupakan sosok yang bertanggungjawab terhadap peristiwa Merauke Berdarah Tahun 2000 silam, dimana beberapa Satgas Papua dan Rakyat Sipil menjadi korban pembantaian massal oleh Aparat Keamanan negara ini.

Kelompok penyebar fitnah mengatakan bahwa Drs. XT Songmen, MM, dalam posisi sebagai salah satu Pemimpin Papua di Merauke, telah menandatangani sebuah kesepakatan untuk melawan pemerintah yang berujung pada jatuhnya korban di pihak rakyat sipil. Bertolak belakang dengan pendapat ini, mereka juga mengatakan bahwa Drs. XT Songmen, MM telah menyetujui kesepakatan operasi tumpas bersama Aparat Keamanan, dimana beliau menjual rakyat agar menjadi sasaran operasi militer.

Terhadap pembusukan ini, Tim SOMBA perlu memberikan klarifikasi sebagai berikut : Pertama, peristiwa penembakan terhadap Satgas Papua dan rakyat sipil di Merauke yang dikenal dengan “Merauke Berdarah Tahun 2000” adalah bagian dari Operasi Pemulihan Keamanan yang dilakukan di seluruh Papua dan merupakan kebijakan Pusat dengan sebuah  operasi sandi bernama Operasi Matoa. Operasi ini tidak hanya ditujukan untuk rakyat, tetapi juga untuk para pemimpin Papua yang diketahui berbeda ideologi dengan Jakarta. Beberapa pemimpin Papua yang menjadi korban operasi ini adalah Bapak Theys Hiyo Eluay (Alm), Bapak Willem Onde (Alm) dan Bapak John Tumin (Alm).

Kedua, Rekonsiliasi antara Rakyat Papua dan Pemerintah Pusat berhasil terjadi melalui pemberian Undang-Undang No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua, dengan maksud agar para pemimpin rakyat dan pemerintahan di Papua dapat memanfaatkan dana yang besar dengan kewenangan yang diberikan untuk membangun taraf kehidupan rakyat ke arah yang lebih baik. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh para pemimpin Papua bermental bandit, koruptor dan anti-rakyat untuk memperkaya diri pribadi dan kelompok pendukungnya, dan mengeksploitasi isu suku dan agama untuk membela diri dengan cara menghasut, melakukan pembodohan dan penyesatan massal dan memecah-belah rakyat agar menjadi pelindung bagi diri mereka.

Ketiga, para Pemimpin Papua yang berbeda pandangan dengan pemerintah Jakarta telah dilibatkan dalam pemerintahan, baik eksekutif maupun  legislatif, agar dengan kecintaan mereka terhadap rakyat Papua, dapat memanfaatkan peluang Otsus untuk membangun manusia dan tanah Papua. Ada banyak bukti, mereka yang dulu berseberangan dengan Pemerintah, kini menjadi Bupati, Kepala Dinas, Anggota DPRD, DPR Papua, bahkan DPR-RI.

Menjadi jelas, bahwa upaya menjatuhkan pamor pasangan SOMBA dengan isu “Merauke Berdarah Tahun 2000” adalah kerja kotor dari orang-orang yang tidak mengikuti berbagai proses politik di tanah Papua dengan baik. Mereka melihat masalah secara sepotong-sepotong, kemudian berusaha mengeksploitasi saudara atau anggota sukunya yang saat itu menjadi korban agar mereka bisa dibenarkan secara publik. Inilah cara kerja orang-orang yang memang tidak mau memajukan masyarakat, mereka memanfaatkan tingkat pendidikan rakyat kita yang “kurang” untuk memenuhi ambisi pribadinya.*** | Download File Versi PDF |

Pos ini dipublikasikan di Klarifikasi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s