Kampanye SOMBA di Assikie Dihadiri 7000-an Massa Pendukung

Kampanye SOMBA di Assikie, Distrik Jair, Selasa (24/08) kemarin dihadiri sekitar 7.000-an massa pendukung, masing-masing dari Getentiri, Kamp 3, Kamp 17, Kamp 19 dan Areal Korindo-Assikie  Divisi 1, 2, 3, 4 dan 5. Tim Kampanye SOMBA disambut meriah dengan tarian khas masyarakat Wambon, Jair, Awyu, NTT, Jawa dan Komunitas Pegunungan Tengah Papua dari suku Dani.

Massa  yang tumpah ruah di Assikie dikoordinir oleh beberapa Tim Sukses Somba dan Jurkam di wilayah Assikie, diantaranya Oral Leleng dan Juven Hamat.

Drs. XT Songmen, MM dalam kampanyenya di hadapan 7.000-an massa pendukung SOMBA menyatakan dirinya telah siap memimpin Boven Digoel. Songmen mengatakan siap memperjuangkan dana Respek menjadi Rp. 600 juta karena alokasi dana  Respek dengan jumlah seperti  saat ini tidak banyak membantu masyarakat.

Ia juga menyatakan siap membangun infrastruktur jalan berupa pengaspalan yang berkualitas, bersama pihak perusahaan Korindo meningkatkan upah, kesejahteraan, keamanan dan hak-hak  buruh. Selain itu dirinya berjanji memerangi pengangguran dengan membuat pelatihan-pelatihan melalui BLK untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil. Sarana air bersih yang  merupakan barang langka di Boven Digoel juga dijanjikan oleh Songmen.

Tentang hak-hak masyarakat atas tanah ulayat yang dijadikan areal HPH Korindo, Songmen berjanji akan bekerjasama dengan pihak pemegang HPH untuk memperhatikan hak-hak pemilik  ulayat yang terabaikan dan mengakomodir semua dalam bentuk Peraturan Daerah agar menjadi payung hukum resmi bagi pemenuhan hak-hak masyarakat pemilik ulayat.

Hak-hak Pemilik Ulayat memang selama ini diabaikan, sedangkan kekayaan alam mereka-lah yang dipakai mendatangkan income bagi Boven Digoel. Ada juga bahan galian berupa batu  kerikil yang dipakai untuk pembangunan, sementara masyarakat pemilik ulayat mendapatkan imbalan yang tidak setimpal dengan nilai dan manfaat  kekayaan mereka dari sisi  ekonomis maupun kehidupan sosial.

Songmen berjanji akan akan memperbaiki semua ketimpangan yang terjadi di masyarakat sesuai dengan program, arah kebijakan dan target pencapaian yang tertuang dalam Paket Visi &  Misi Pasangan Songmen-Heremba.

Massa terlihat antusias mendengarkan kampanye dan meneriakkan yel-yel Tim SOMBA. “Kami percaya apa yang dikatakan Bapa Songmen karena dia orang jujur, tidak pernah tipu rakyat,  apa yang dia bicara pasti dia kerjakan”, kata Paskalis, seorang buruh Korindo.

Senada dengan Paskalis, seorang buruh lain bernama Okto mengatakan, sebagai pekerja sekaligus pemilik tanah, mereka sudah tidak percaya terhadap janji-janji muluk calon lain,  karena hanya Songmen yang bisa dipercaya.  Menurutnya, mereka sudah bosan dengan janji-janji para penipu yang datang merayu dan membujuk untuk mengambil suara mereka dan setelah  berkuasa, pergi meninggalkan mereka seperti anak ayam kehilangan induk.

“Dia anak kami, sejak dulu kami mau dia yang atur daerah ini supaya kami bisa bernafas lega, tetapi mungkin Tuhan coba kami menderita lima tahun, dan kami yakin kami tidak akan  terus menderita kalau kabupaten ini dipimpin oleh orang macam Songmen”, jelas pria Jair ini.

Ada juga massa yang ketika didekati Blogsite SOMBA, mengatakan bahwa sebenarnya di tingkat bawah tidak ada masalah, namun dirinya meragukan kinerja KPUD Boven Digoel.

“Kami punya  tekad bulat untuk menangkan SOMBA, tetapi kami hanya ragu, apakah suara kami bisa diakomodir oleh KPUD Boven Digoel”, jelas Antonius, seorang tokoh pemuda setempat.

Ketika Blogsite SOMBA berusaha menanyakan alasannya, pria jangkung ini hanya tertawa sambil berkata, “KPUD Boven Digoel sudah berkali-kali perkosa suara kami, mulai dari Pemilu  2004, Pilkada 2005, Pemilu 2009, dan sekarang kami yakin KPU akan kembali memperkosa suara kami karena orang-orang KPUD masih yang itu-itu saja”.

Untuk itu, Antonius mengharapkan kontrol semua pihak agar KPUD Boven Digoel bisa mengambil posisi netral dan berlaku adil dalam proses Pilkada dengan tidak memihak Cabup tertentu.

Massa yang serius mendengarkan kampanye SOMBA juga dihibur oleh Group Band asal Papua Selatan. Dari pantauan Blogsite ini, para personil Band merupakan gabungan dari personil Maro  Band, Yamax Band, Sakil Band, Audi Band, Zulu Brothers  Band dan Sakbal Band. Semua personil Group Band merupakan penggemar Black Brothers.(ak/fa)

Pos ini dipublikasikan di Kampanye dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s