Komitmen SOMBA di Bidang Ekonomi

Ekonomi yang berbasis kerakyatan merupakan faktor fundamental dalam kehidupan masyarakat kita. Kita berangkat dari pemahaman bahwa kita harus memenuhi kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, dan perumahan yang layak sebelum kita mengurus pendidikan, politik, hukum, agama, pemerintahan dan kehidupan sosial yang lebih umum. Karena arti penting ekonomi berbasis kerakyatan, maka apabila sebuah komunitas tertentu tidak memperkuat bangunan ekonomi mereka, maka sudah dapat dipastikan dengan tepat bahwa komunitas  tersebut tidak akan berhasil dalam membangun pendidikan, kesehatan, partisipasi politik,  dan kehidupan sosialnya.

Mereka akan menjadi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari jasa baik para pejabat yang memanjakan mereka dengan bantuan-bantuan tidak tepat sasaran yang pada akhirnya membuat mereka terpecah-belah, bersifat boros, berfoya-foya dan  tidak dapat berdiri diatas kaki sendiri. Pada titik ini masyarakat akan menjadi tergantung kepada bantuan-bantuan sosial, dan mereka untuk selamanya tidak akan menjadi mandiri. Ekonomi kerakyatan, sebagaimana disalahartikan seperti sekarang ini,  akan disamakan dengan proposal dan masyarakat kita akan dididik menjadi masyarakat yang bermental proposal.

Pasangan SOMBA telah berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan program-program yang simpel, aplikatif, rasional dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat kita. Tujuannya tidak lain adalah untuk mendidik dan membimbing masyarakat menjadi mandiri dalam ekonomi agar dengan kemandirian itu mereka dapat membangun dirinya di bidang lain. Komitmen SOMBA dapat kita temui dalam Paket Visi & Misi, secara khusus uraian yang detail dalam point ke-3  dan point ke-9 dari 10 Program Prioritas.

Kondisi Boven Digoel saat ini memerlukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan Usaha Kecil dan Menengah, akses terhadap Bank dalam hal perkreditan, proteksi terhadap produk-produk lokal, penyederhanaan dan bila perlu prioritas khusus terhadap masyarakat ekonomi lemah dalam prosedur perijinan, dan perluasan basis kesempatan berusaha kepada setiap orang tanpa memandang latar belakang suku, ras dan agama. Lapangan Kerja juga perlu dibuka secara luas sehingga mengurangi arus perpindahan penduduk ke daerah lain.

Proses untuk menumbuhkan wirausaha berkeunggulan seperti perkebunan dengan komoditas unggul seperti Karet menjadi prioritas karena masyarakat akan mendapatkan manfaat langsung dari hasil keringat dan jerih payah mereka sendiri secara langsung, transparan dan menguntungkan mereka. Produksi Karet juga menjadi salah satu cara untuk menghemat stamina dan usia masyarakat kita karena mengurus Karet dari menanam sampai proses panen dan pengolahannya tidak terlalu memeras tenaga seperti pekerjaan perkebunan lainnya.

Masyarakat akan mempunyai banyak waktu luang untuk mengurus kebun, hutan, kampung, keluarga, pendidikan, kesehatan, adat dan berbagai keperluan hidup lainnya. Dengan demikian masyarakat kita akan mempunyai harapan hidup yang lebih panjang karena tenaga mereka tidak terkuras habis hanya untuk satu pekerjaan. Disamping itu mereka akan ada kesempatan untuk mengembangkan diri dalam bidang lain.

Rencana pembangunan perekonomian masyarakat sejatinya tidak akan efektif tanpa infrastruktur yang memadai. Untuk itu Pasangan SOMBA sudah memprogramkan pembangunan infrastruktur untuk memperlancar dan mempermudah proses pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Jalan beraspal yang menghubungkan pusat produksi masyarakat dengan pelabuhan atau kota akan menjadikan hasil-hasil produksi masyarakat seperti Karet, hasil kebun, hasil buruan di darat maupun sungai akan dengan mudah tiba di tangan para pembeli atau pasar.

Akses dan kerjasama antar kabupaten akan memungkinkan hasil-hasil produksi masyarakat kita dipasarkan di tempat lain, sementara bahan kebutuhan masyarakat yang tidak sempat atau tidak bisa diproduksi di Boven Digoel bisa didatangkan dari kabupaten lain.

Membuat Pasar yang permanen saja tidak cukup. Karena itu akan dilakukan berbagai pelatihan-pelatihan menyangkut manajemen keuangan, cara-cara berwirausaha yang profesional dan adil, dan juga bagaimana menciptakan Pasar sebagai tempat membangun perekonomian masyarakat yang sehat, adil, jujur tanpa eksploitasi atau penghisapan sekelompok orang atas mayoritas masyarakat.

Setiap warga Boven Digoel akan mempunyai hak yang sama akan fasilitas pasar dan pemandangan tidak menyenangkan di Papua dimana terjadi ketidakadilan dalam penguasaan fasilitas pasar akan diperbaiki mulai dari Boven Digoel. Di tangan Songmen-Heremba Boven Digoel akan menjadi contoh untuk Papua, dimana mama-mama Papua dan Bugis-Makasar atau Jawa sama-sama akan duduk berjualan di tempat yang layak dan setara!

Suku-suku asli Boven Digoel dan sesama Papua dari daerah lain adalah suku-suku yang ulet, pekerja keras yang mencintai pekerjaan mereka. Ada yang mengenal sistem perdagangan tradisional menggunakan uang yang sudah diaplikasikan dalam sistem uang modern, ada juga yang menganut sistem barter yang adil dinama barang sama nilainya dengan barang lain sesuai kebutuhan para pelaku barter.  Sementara suku-suku pendatang adalah para perantau, pekerja keras dari wilayah lain yang datang hidup di Boven Digoel. Mereka rata-rata pandai dalam mengatur uang dan merupakan pebisnis tulen yang tidak pernah menyerah sebelum berhasil.

Boven Digoel akan maju jika terjadi interaksi yang baik, dimana kemampuan setiap komunitas diekspresikan dalam pembangunan masyarakat kita. Penggabungan corak ekonomi yang berbeda-beda antara pribumi setempat dengan komunitas pendatang akan menghasilkan sebuah corak ekonomi baru yang perlu ditata secara baik agar produktif dan membawa manfaat bagi kehidupan orang banyak.

Kita perlu memberi catatan dan perhatian khusus akan pasar.  Pasar adalah jantung ekonomi, tempat perputaran uang dimana masyarakat luas dari berbagai strata sosial dapat terlibat secara langsung didalamnya. Oleh karena itu,  tidak menyediakan fasilitas yang maha penting ini berarti menghancurkan dan membunuh masyarakat secara tidak langsung secara massal.

Namun, harus kita sadari, bahwa sebuah tatanan ekonomi dalam masyarakat yang adil tanpa merugikan komunitas tertentu hanya akan terjadi jika Boven Digoel dipimpin oleh orang yang tegas, jujur, bijaksana dan memiliki tingkat moralitas dan intelektual yang baik dan memadai. Ia juga harus memiliki segudang pengalaman dengan “jam terbang” yang tinggi, karena manusia adalah makhluk yang dapat bekerja dengan baik, tetapi setiap pekerjaannya yang baik hanya bersumber dari pengalaman hidup dan kariernya. Dialah SOMBA, Songmen dan Heremba! | Download File Versi PDF |

Pos ini dipublikasikan di Komitmen SOMBA dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s