Tentang Rencana SOMBA Mendatangkan Investor

nullKetika berkampanye di Mindiptana, Tim Sukses salah satu kandidat Bupati melakukan pembusukan secara terbuka terhadap pasangan SOMBA soal rencana mendatangkan investor asing untuk menanamkan modal di Boven Digoel. Mereka melakukan pembusukan secara terbuka bahwa investor, khususnya yang bergerak di bidang pertambangan yang akan didatangkan oleh Bapak XT Songmen, akan menghasilkan limbah yang pada akhirnya akan membunuh semua makhluk hidup di wilayah Boven Digoel.

Dengan isu tersebut, mereka mengajak masyarakat simpatisannya untuk tidak memilih pasangan SOMBA yang mereka klaim sebagai pasangan yang pro-investasi. Sedangkan kepada para pendukung SOMBA, mereka mengajak untuk berbalik meninggalkan SOMBA dan memilih calon mereka yang diklaim sebagai tidak pro-investasi.

Jika kita melihat kembali Visi & Misi SOMBA, dimana dalam penjabaran 10 Agenda Pokok atau Program Prioritas, tidak terdapat rencana untuk menghadirkan investor asing atau Perusahaan Tambang di wilayah Boven Digoel. Soal investor hanya secara tersirat disebutkan pada point 10 tentang Sosial Politik dan Hak Asasi Manusia dalam 10 Agenda Pokok atau Program Prioritas.

Sasaran Pembangunan point tersebut dirumuskan sebagai berikut : “Meningkatkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan daerah lain dengan mengandalkan prakarsa, kemampuan dan kekuatan sendiri”, sedangkan dalam penentuan arah pembangunannya dirumuskan : “Percepatan pelaksanaan tata pemerintahan daerah yang baik, peningkatan kinerja perangkat organisasi daerah beserta profesionalisme aparatur pemerintah daerah dan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan agar mampu meningkatkan investor serta berpihak pada masyarakat miskin”.

Sasaran pembangunan seperti dirumuskan diatas tidak berarti secara membabi buta membawa masuk investor, tetapi perlu lebih awal menyiapkan tata pemerintahan daerah yang baik, peningkatan kinerja perangkat organisasi daerah beserta profesionalisme aparatur pemerintah daerah dan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan.

Apabila sasaran dan arah pembangunan telah memenuhi syarat tersebut, investor akan dapat tertarik untuk menanamkan modal mereka di Boven Digoel. Investor memerlukan iklim investasi yang aman, kondusif dan menjanjikan operasional mereka, dan hal tersebut tidak dapat terjadi di daerah yang tata pemerintahannya kacau-balau, pengelolaan keuangan tidak akuntabel atau tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya dan aparatur pemerintahan daerah yang tidak profesional karena penunjukkan untuk menempati posisi-posisi penting tidak didasarkan pada kapasitas, tetapi lebih berdasarkan faktor KKN.

Memang dalam kampanye-kampanye, pernah disinggung soal rencana membangun kerjasama dengan investor asing di bidang pertambangan emas dan batu bara, tetapi hal tersebut membutuhkan proses yang lama dan rumit, seperti telah ditulis diatas.

Tentu saja hak-hak masyarakat tidak akan diabaikan, termasuk juga lingkungan hidup dimana mereka tinggal, yang harus diatur sedemikian rupa dan mencari solusi atas limbah yang berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia dan alam sekitarnya. Investor juga diharapkan dapat menghargai hak-hak masyarakat pemilik ulayat.

Hal ini kembali kepada bagaimana membangun masyarakat yang secara ekonomi dapat berdiri diatas kaki sendiri, secara sosial dan budaya telah ada penguatan-penguatan khusus, dan secara pendidikan ada indikator yang dapat dijadikan patokan bahwa masyarakat telah siap menerima kehadiran investor asing, dimana sistem pembagian hasil, pengelolaan limbah, dampak sosial dan proses alih teknologi dapat melibatkan anak-anak setempat.

Posisi tawar kita yang kuat akan membuat investor bisa menjadi mitra kita, akan ada keadilan dalam hal pembagian hasil dan, dengan demikian, sesuai sasaran pembangunan yang telah dirumuskan, kita akan dapat meningkatkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan daerah lain dengan mengandalkan prakarsa, kemampuan dan kekuatan kita sendiri.

Negosiasi-negosiasi dengan investor tidak dapat dilakukan secara tertutup karena kekayaan Boven Digoel adalah kekayaan milik masyarakat pemilik ulayat yang mana nenek moyang mereka berperang untuk mempertahankannya untuk anak cucu mereka selama beratus-ratus tahun yang lalu. Tetapi, diperlukan pemimpin yang bijak, yang dengan kemampuan intelektual, kapasitas dan pengalaman serta jaringan kerja yang dimilikinya dapat membaca peluang untuk membantu masyarakat kita keluar dari keterpurukan hidup mereka diatas kekayaan alam yang melimpah.

Berbagai studi kelayakan, komparatif atau perbandingan oleh berbagai lembaga yang kompeten di bidangnya, kajian-kajian kritis dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional, keterlibatan para pakar dalam bidang-bidang terkait akan menjadi pembuka pembicaraan tentang investor.

Akhirnya, pembusukan terhadap SOMBA dari sisi ini dapat dimaklumi sebagai wujud nyata rendahnya intelektual dan daya nalar mereka yang menyebarluaskan kampanye gelap tersebut. Mereka tidak ada ide untuk mengatur tatanan masyarakat ke arah yang lebih baik, sehingga berusaha menakut-nakuti masyarakat dengan isu-isu provokatif.

Ironis memang. Kampanye yang merupakan sarana memaparkan program kerja dan konsep pembangunan ke arah yang lebih baik justru dimanfaatkan untuk menyebarluaskan fitnah dan kebencian. Tetapi disinilah letak kesalahan mereka karena masyarakat sudah paham tentang mana yang benar dan mana yang tidak benar. Ternyata, semakin dihujat, SOMBA semakin Jaya! | Download File Versi PDF |

Pos ini dipublikasikan di Klarifikasi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s