Tim Sukses Dan Saksi Boikot Berita Acara Pleno KPU Bodi

JUBI — Merasa keberatan, saksi dan tim sukses dari tiga pasangan calon kandidat Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel (Bodi) tak bersedia menandatangani berita acara pleno penghitungan suara dan penetapan pemenang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di kabupaten itu, Kamis (9/9).

“Pemilukada ini curang. KPU juga ikut bermain. Kami tidak akan tandatangan,” teriak salah seorang saksi sambil keluar dari ruang rapat pleno di SMP Negeri 1 Tanah Merah, Distrik Mandobo, Kamis.

Tim sukses dan saksi-saksi melakukan ‘walk out’ lantaran banyak pelanggaran sebelum dan selama Pemilukada berlangsung. Tiga calon kandidat juga menyatakan keberatan dengan pelaksanaan pesta demokrasi yang tak demokratis itu.

“Tadi plenonya sudah dilanjutkan, tetapi semua saksi dan tim sukses tidak mau tanda tangan berita acaranya. Semua keluar dari ruang pleno, dan situasi sempat tegang. KPU dituntut agar tidak mengesahkan hasil pleno,” kata Ronald Katuk.

Tokoh Pemuda Mandobo ini menambahkan, sebagian pihak mendesak pemungutan suara diulang.

Agust Kaipman menegaskan, dugaan ‘permainan’ dalam Pemilukada di Kabupaten Boven Digoel tahun 2010 terlihat sejak awal. KPU dinilai tidak menerapkan aturan. Sebaliknya, secara terang-terangan mendukung salah satu calon kandidat Bupati yang nota bene berstatus terdakwa kasus korupsi APBD di kabupaten itu. “Ada banyak pelanggaran. KPU juga sudah melanggar kode etik,” ujar Agust.

Memprotes kecurangan dan pelanggaran dalam Pemilukada, Rabu pagi (8/9) ribuan warga Boven Digoel ‘turun jalan’ menuju Gedung SMP Negeri 1 Tanah Merah, tempat pleno digelar. Aksi demonstrasi tersebut dihadang aparat kepolisian. Massa tak menerima, tapi setelah negosiasi, polisi mempersilakan masyarakat menyaksikan jalannya pleno tanpa ada keributan apalagi unjuk rasa.

Rapat pleno di hari pertama dan kedua tak dihadiri calon kandidat Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo. Tiga rival lainnya memprotes hal itu. Tim sukses dan masyarakat juga mempersoalkan ketidakhadiran mantan bupati periode lalu itu.

Mendagri Tak Akan Lantik Yusak Yaluwo

Di Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan tidak akan melantik Yusak Yaluwo sebagai Bupati Boven Digoel periode 2010-2015.

Ia mengaku heran dengan kemenangan terdakwa perkara korupsi APBD Boven Digoel tahun 2006-2007 hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 66,77 Miliar. “Ya, itulah kita juga heran. Tersangka menang di beberapa tempat, bukan hanya Boven Digoel saja,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Karena heran, Mendagri pun menyodorkan pertanyaan tentang penyebab seorang calon berstatus tersangka maupun terdakwa bisa memenangi Pemilukada. “Nah, pertanyaannya ke masyarakat, kenapa dia menang?”

Yusak Yaluwo yang kini berstatus terdakwa dan menjadi tahanan KPK, Mendagri mengisyaratkan kemenangan kader Partai Demokrat bakal sia-sia. “Tidak bisa dilantik,” ungkap Gamawan Fauzi.

Menurut Mendagri, jika masih berstatus tersangka sebenarnya bisa saja pemerintah pusat meminta Gubernur Provinsi Papua melantik Yusak Yaluwo. “Tetapi kalau sudah terdakwa, dia akan langsung dinonaktifkan. Supaya fair,” tandasnya.Ditetapkan sebagai terdakwa kasus korupsi dana APBD Boven Digoel tahun 2006-2007 sebesar Rp 66,77 Miliar, Yaluwo akhirnya menjadi penghuni LP Cipinang, Jakarta Timur. (Sumber : Tabloid Jubi Online)

Pos ini dipublikasikan di Laporan Pilkada dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s