Klarifikasi Terhadap Isu & SMS Bohong Pasca Pilkada Boven Digoel

Pasca Pilkada Boven Digoel 31 Agustus 2010 yang sangat memalukan karena penuh dengan pelanggaran (intimidasi, pembatasan hak pemilih untuk memilih, ketidaknetralan KPUD, penggelembungan suara, keterlibatan Polisi sebagai pemilih) dan Pleno Penetapan hasil Pilkada oleh KPUD Boven Digoel tanggal 8-9 September 2010 yang ditolak oleh pasangan nomor urut 2 (Drs. Xaverius T Songmen, MM/Eksan Heremba), pasangan  nomor urut 3 (Drs. Simon Siwoya/Drs. Paulinus Wanggimop) dan pasangan nomor urut 4 (Marselino Yomkondo/Edward C. Haurissa), beredar pesan-pesan singkat (SMS) melalui Hand Phone dan juga isu-isu sesat yang disebarluaskan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab melalui ceritera dari mulut ke mulut,  dimana pesan dan isu tersebut sangat membingungkan  masyarakat Boven Digoel.

Beberapa inti pesan dan isu sesat yang sempat dicatat oleh Tim SOMBA adalah : (1) Saudara Yusak Yaluwo sudah divonis 7 tahun penjara oleh Pengadilan TIPIKOR pada tanggal 21  September 2010; (2) Mendagri telah memberikan SK Bupati/Wakil Bupati Boven Digoel Periode 2010-2015 kepada pasangan nomor urut 2 (Drs. Xaverius T Songmen, MM/Eksan Heremba); (3)  Mahkamah Konstitusi telah menolak gugatan ketiga kandidat, maka kemenangan ada pada pasangan nomor urut 1 (Yusak Yaluwo, SH, M.Si/Yesaya Merasi); (4) Mahkamah Konstitusi telah  menggugurkan pasangan calon nomor urut 1, 3 dan 4 kemudian menetapkan pasangan nomor urut 2 sebagai bupati dan wakil bupati terpilih; (5) Saudara Yusak Yaluwo sudah bebas dan akan datang ke Boven Digoel.

Isu dan pesan sesat tersebut disebarluaskan di seluruh wilayah Boven Digoel dan berbagai kota lain dimana komunitas Boven Digoel berdomisili seperti Merauke, Jayapura, Sorong, dll. Dampak dari penyebaran informasi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya ini, rakyat Boven Digoel mulai terpecah-belah. Secara umum, telah  menjadi jelas bahwa tujuan utama dari penyebaran informasi tersebut adalah untuk memecah-belah rakyat Boven Digoel, terutama suku-suku asli, agar terjadi konflik horizontal. Para penyebar informasi bohong tersebut bertujuan untuk menarik manfaat dari konflik yang diharapkan dapat terjadi. Terhadap isu dan pesan-pesan yang menyesatkan ini, Tim SOMBA perlu memberikan klarifikasi secara tertulis agar menjadi jelas bagi rakyat Boven Digoel di wilayah hukum kabupaten  Boven Digoel maupun di tempat lain.

Pertama, Saudara Yusak Yaluwo masih menjalani proses persidangan di Pengadilan TIPIKOR dan sampai informasi ini disebarluaskan, belum ada vonis terhadap beliau. Informasi tentang  kedatangan beliau ke Boven Digoel sebenarnya telah disebarluaskan sebelum Pilkada oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang selalu mengeksploitasi dan memperalat masyarakat  Boven Digoel untuk kepentingan mereka sendiri. Tentang proses persidangan dan posisi Saudara Yusak Yaluwo yang sebenarnya dalam kasus dugaan Korupsi dan Penyelewengan Dana sebesar  Rp. 66,7 Milyar, masyarakat Boven Digoel dapat memperoleh informasi yang jelas dari Bagian Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menelpon ke nomor : (021) 2557 8498 dan  meminta waktu untuk berbicara dengan Jubir KPK, Johan Budi SP. Setiap Rakyat Boven Digoel memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi akurat dari Humas KPK, maka silahkan  menelpon langsung ke nomor tersebut agar anda tidak tertipu melalui SMS atau penyebaran informasi sesat dari mulut ke mulut.

Kedua, Proses gugatan pasangan nomor urut 2 (Drs. Xaverius T Songmen, MM/Eksan Heremba), pasangan nomor urut 3 (Drs. Simon Siwoya/Drs. Paulinus Wanggimop) dan pasangan nomor urut  4  (Marselino Yomkondo/Edward C. Haurissa) ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta baru memasuki tahapan Registrasi oleh Drs. Xaverius T. Songmen dan Eksan Heremba sebagai Pemohon pada hari Selasa, 21 September 2010, kemudian dilanjutkan dengan  penyerahan berkas data-data pelanggaran Pilkada Boven Digoel ke MK pada hari  Rabu tanggal 22 September 2010 dan akan digelar Sidang Registrasi pada hari ini, Kamis 23 September 2010. Informasi selanjutnya akan disampaikan setelah proses Sidang  Registrasi di MK. Dari proses ini terlihat bahwa belum ada keputusan tetap dari MK soal gugatan ketiga kandidat ini.

Ketiga, Karena proses gugatan di MK baru pada tahapan penyerahan berkas dan proses Sidang Registrasi, maka belum ada sidang-sidang untuk menguji, apakah gugatan ketiga pasangan  kandidat yang merasa dirugikan itu sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak. Dengan demikian, belum ada dasar hukum yang jelas bagi Mendagri untuk memberikan SK kepada pasangan  nomor urut 2 atau pasangan nomor urut 1, 3 dan 4. Proses masih bergulir, maka siapa yang akan keluar sebagai pemenang, apakah KPUD Boven Digoel sebagai tergugat atau ketiga  kandidat sebagai penggugat, masih belum bisa dipastikan.

Demikian penjelasan singkat dari Tim SOMBA. Copy-an dan penyebarluasan informasi ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi rakyat Boven Digoel untuk tidak cepat percaya isu dan pesan-pesan menyesatkan yang disebarluaskan oleh oknum-oknum maupun kelompok tidak bertanggungjawab.  Ingatlah bahwa konflik diantara kita hanya karena masalah ketidakpahaman akan menjadikan komunitas kita menjadi bahan tertawaan orang lain dan merugikan masa depan kita dan  tanah leluhur kita, Boven Digoel tercinta!  | Download File Versi PDF |

Pos ini dipublikasikan di Klarifikasi dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Klarifikasi Terhadap Isu & SMS Bohong Pasca Pilkada Boven Digoel

  1. eky berkata:

    sy pendukung somba yg fanatik. tp sy sangat kecewa dgn anda smua, perihal gugatan tim somba di MK. Yg melewati batas waktu yg ditentukan sehingga menguntungkan yusak. kalian ini bagaimana/ tdk sigap dan tanpa pengalaman anda tdk sungguh2. kami kecewa berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s