Bawaslu Fokus Awasi Pemilu Kada di Papua

Jakarta, Bawaslu – Ketua Badan Pengawas Pemilu, Nur Hidayat Sardini, menegaskan Bawaslu fokus terhadap pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah di Papua. Bahkan, untuk pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah di delapan daerah pemekaran, Bawaslu sudah membentuk dan melatih Panwaslu Kada agar siap mengawasi tahapan-tahapan Pemilu Kada.

Bawaslu bertekad dalam pelaksanaan Pemilu Kada bukan sebagai penyumbang persoalan melainkan pihak yang dapat menyelesaikan persoalan. Karena itu, untuk laporan dugaan pelanggaran Pemilu Kada di Boven Digoel, Papua Barat, Bawaslu tengah menindaklanjutinya dan saat ini masih dalam proses klarifikasi.

Demikian Ketua Bawaslu, saat menerima Kaukus Papua Di Parlemen RI di gedung Media Center Bawaslu, Kamis (7/10). Ketua Bawaslu didampingi Kasubag Penanganan Pelanggaran Yusti Erlina. Sementara dari pihak Kaukus hadir Anggota DPR Paskalis Kossay bersama Tokoh Masyarakat dan Dewan Adat serta calon Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel.

Kehadiran Kaukus bersama dengan Tokoh Masyarakat dan Dewan Adat adalah untuk menyampaikan aspirasi dan informasi terkait dengan pelaksanaan pembangunan dan Pemilu Kada di daerah Boven Digoel dan Teluk Wondama.

“Terkait Pemilu Kada di Papua, kami sangat concern terhadap pelaksanaan Pemilu di Papua,” tegas Ketua Bawaslu.

Bahkan, dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu Kada di Papua, Bawaslu menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar terlibat bersama dalam pengawasan. Bawaslu juga berharap agar Kaukus Papua di Parlemen RI yang merupakan rumah aspirasi rakyat Papua dan Papua Barat, mendorong Pemda dari delapan daerah pemekaran di Papua agar memfasilitasi Panwas di daerah tersebut, yang telah dibentuk oleh Bawaslu.

Dia mengatakan, untuk laporan dugaan pelanggaran, Bawaslu akan melakukan kajian-kajian terhadap setiap laporan namun sebaiknya pelapor memberikan bukti-bukti yang kuat atas dugaan yang dilaporkan sehingga memperkuat kajian Bawaslu.

“Memang sebenarnya ada yang janggal dalam tahapan jadwal Pemilu Kada di Boven Digoel karena tidak ada nomor surat keputusan. Kalau pun tidak disengaja, ini berarti ada kecerobohan administrasi,” jelasnya.

Meski begitu, karena menyangkut persoalan hukum maka harus ada bukti yang disertakan dalam melakukan kajian. Terkait independensi Panwas dalam pelaksanaan tugasnya, Ketua Bawaslu juga menekankan bahwa Bawaslu tidak segan-segan menindak Panwas yang ternyata terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggaraan Pemilu.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Boven Digoel, Robertus Kambun mengatakan pihaknya datang ke Jakarta karena ingin menegakkan demokrasi di Papua. Menurut dia, terlalu banyak manipulasi dan rekayasa penipuan dari oknum lembaga negara.

Untuk diketahui, Pemilu Kada di Boven Digoel diikuti oleh empat pasangan calon yakni Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi, Xaverius Songmen-Eksan Heremba, Simon Siwoya-Paulus Wanggimop dan Marcelino Yamkondo-Eduard Haurissa. Pemilu Kada itu “dimenangkan”  oleh pasangan Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi. (Sumber : Website Bawaslu RI)

Pos ini dipublikasikan di Laporan Pilkada dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s