Yusak Yaluwo Harus Didiskualifikasi dari Cabup Boven Digoel

MERAUKE – Calon Bupati (Cabup) Boven Digoel terpilih, Yusak Yaluwo,SH, M.Si yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebagai pemenang Pemilukada harus didiskualifikasi, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan Nomor 131.91/497/tahun 2010, yang menyatakan, Yusak dinonaktifkan dari jabatan sebagai Bupati Boven Digoel karena tersandung kasus korupsi yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penegasan itu disampaikan salah seorang Tokoh Masyarakat (Tomas) Boven Digoel di Merauke, Martinus Torip saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, Rabu (10/11).

Menurut dia, dengan adanya SK yang dikeluarkan Mendagri tersebut, secara otomatis Yusak Yaluwo harus didiskualifikasi dan tidak bisa dilantik bersama calonnya untuk memimpin Boven Digoel lima tahun mendatang, meskipun telah ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang dalam Pemilukada lalu.

“Pemberhentian Yusak Yaluwo sangat jelas. Karena tersandung kasus korupsi dan secara otomatis tidak bisa dilantik bersama pasangannya,” katanya.

Jika pada proses pentahapan Pemilukada lalu SK sudah diketahui oleh semua orang, tentunya sudah dipastikan bersangkutan akan dijegal. Tetapi karena permainan kotor yang dilakukan oleh KPU dengan menyembunyikan SK tersebut, sehingga proses pentahapan tetap diikuti. Bahkan, KPU meyakinkan Yusak di penjara jika tidak ada masalah soal pemberkasan untuk mengikuti pentahapan Pemilukada.

“Saya mengatakan kepada masyarakat luas di Kabupaten Boven Digoel bahwa KPU telah melakukan suatu penipuan secara terencana dengan menyembunyikan Sk Mendagri. Sekarang, semuanya telah terbukti dan tidak ada istilah untuk Yusak harus dilantik menjadi Bupati Boven Digoel lima tahun mendatang. Apalagi statusnya sudah jelas telah dihukum 4,6 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Karena menyalahgunakan keuangan daerah,” tegas Torip dengan suara tinggi.

Ditambahkannya, dengan harus didiskualifikasi Yusak Yaluwo yang telah ditetapkan oleh KPU, secara otomatis, pasangan dengan suara terbanyak kedua yakni Drs. Xaverius Songmen-Drs. Eksan Heremba, harus diakomodir dan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel lima tahun mendatang. Tidak perlu untuk dilakukan Pemilukada ulang. Karena masyarakat sudah menjatuhkan pilihan secara tepat. (Sumber : Komisi Kepolisian RI)

Pos ini dipublikasikan di Laporan Pilkada dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s